contoh alat yang menggunakan sensor
(alat pendeteksi telur busuk menggunakan sensor LDR)
Detektor ini ”hanya” dibuat dari senter baterai biasa yang dirangkai dengan sensor LDR, transistor darlington pair, dan diperkuat inverting buffer berbasis IC 555 multivibrator.
Meskipun terbilang sederhana, senter otomatis ini mampu berfungsi dengan baik untuk membedakan telur busuk dengan telur segar. Dari sekian banyak percobaan, hasil yang didapat selalu maksimal. alat ini memanfaatkan lampu light-emitting diode (LED) berwarna hijau dan merah serta sirene (buzzer) untuk menunjukkan kondisi telur.
Jika telur yang dites dalam kondisi segar, maka cahaya yang menembus telur terang sehingga indikator yang menyala adalah lampu LED hijau, sedangkan jika LED merah yang menyala maka mengindikasikan telur tersebut busuk. Sinyal ini diperkuat dengan suara buffer, sehingga orang akan mudah mengetahui telur yang busuk.
Mencari Sensor
Prinsip kerja senter ini sama persis dengan cara pedagang telur di pasar tradisional yang meneropong telur dengan bungkusan koran yang diarahkan ke sumber cahaya seperti matahari atau lampu. sensor yang digunakan berbasis fotodioda atau light dependent resistor (LDR). Fotodioda merupakan sensor cahaya semikonduktor yang dapat mengubah besaran cahaya menjadi besaran listrik. Sensor ini dapat secara mutlak mendeteksi ada listrik atau tidak. Artinya, sensor ini mampu membedakan mana telur busuk dan segar.
kinerja sensor LDR, yaitu resistor yang nilai resistansinya berubah-ubah karena intensitas cahaya yang diserap. Jika intensitas cahaya tinggi, hambatannya juga tinggi, sehingga tegangannya akan tinggi pula.
Dengan demikian tinggi voltase akan berbeda dari arus yang keluar dipengaruhi cahaya kemudian rangkai transistor darlington pair dan inverting buffer berbasis IC 555 multivibrator dan diklem ke badan lampu senter.
Adapun sensor LDR dipasang pada sebuah lengan kecil di depan ujung senter. Lengan ini bisa diatur sesuai ukuran telur dan dapat dilipat jika sedang tidak digunakan.
”Cara pemakaiannya cukup praktis. Telur cukup diletakkan di antara sumber cahaya senter dan sensor LDR. Jika telur masih segar, cahaya senter dapat menembus putih telur yang masih bening dan mengenai sensor LDR sehingga resistensinya turun. Ini akan memicu transistor dan mengaktifkan inverting buffer sehingga lampu LED hijau akan menyala Adapun jika telur busuk, cahaya senter akan sedikit bisa menembus putih telur yang sudah keruh karena bercampur pecahan kuning telur. Dengan demikian, resistensi sensor LDR tetap tinggi dan transistor tidak terpicu, sehingga inverting buffer akan menyalakan LED merah dan membunyikan buzzer.
dikutip dari : http://www.suaramerdeka.com/v2/index.php/read/cetak/2013/05/17/225021/Lampu-Hijau-Telur-Segar-Lampu-Merah-Telur-Busuk-
Tidak ada komentar:
Posting Komentar